SMP Negri 1 Magetan adalah SMP
yang menurut masyarakat Magetan terfavorit. Banyak sekali prestasi yang telah
diraih. Jika tidak percaya, sobat bisa langsung datang ke SMPN 1 Magetan di
Jalan Kartini. Saat masuk lorong, sobat akan disuguhkan dengan pemandangan
piala yang banyak sekali, hasil kerja keras siswa siswi SMP ini.
Saat awal masuk sekolah ini atau
tepatnya saat MOS, kami semua (siswa baru) dibawa ke aula lalu duduk berbaris
sesuai kelas. Kami berkenalan dengan guru disana dan dibekali ilmu awal. Kami
juga diajari menyanyikan lagu Mars SMPN 1 Magetan dan dianjurkan untuk lebih
berinteraksi dengan teman teman.
Saya butuh sekitar 3 sampai 4
minggu untuk benar benar akrab dengan teman teman dan cukup memahami betul
konsep kurikulum 2013 yang sebenarnya. Mungkin waktu ini relatif cepat bagi
saya yang sangat pemalu sebelumnya.
Kurikulum 2013 benar benar
dijalankan disini. Guru gurunya menjalankan langkah langkah persis seperti
konsep. Yang paling saya ingat salah satunya saat pelajaran IPA, awalnya kami
diharuskan untuk mengamati dan mencatat tumbuhan apa saja yang ada di SMPN 1
Magetan, setelah itu kami dianjurkan untuk bertanya lebih lanjut lalu
menuliskannya kemudian mempresentasikannya. Saya senang belajar di sini karena
guru guru disini relatif sabar. Meski ada juga beberapa yang galaknya level
tinggi:D
Pada bulan Maret tahun 2014 saat
saya masih duduk di kelas 7, saya berkesempatan untuk mengikuti Latihan
Gabungan (Latgab) PMR. Saya bersama ke-sembilan teman saya bergabung menjadi
satu regu untuk membawa nama SMP 1 Magetan. Latgab ini diadakan di Desa
Balegondo, Magetan. Kami menjalaninya selama 4 hari 3 malam dengan penuh
semangat.
![]() |
| 7 dari 10 PMR Madya Snesma |
Kegiatannya semacam pelatihan,
kami dilatih seputar PMR lebih lanjut disini, mulai dari Kesehatan Remaja,
Remaja Sehat, PP (Pertolongan Pertama), Dondar, dan lain lain. Setelah itu,
mulailah penilaian. Penilaiannya dilakukan di balai desa Balegondo. Ruangannya
berupa bilik dengan batas kain. Setiap ruangan di isi oleh 1 regu. Ada yang
berupa praktek dan ada pula presentasi namun 2 sampai 3 siswa tidak ikut karena
mengerjakan soal. Saat waktu habis kami langsung keluar bilik dan menuju bilik
di sampingnya, seketika itu waktu dimulai lagi.
Selain penilaian di balai desa,
kami juga dinilai dalam kreativitas. Diantaranya yaitu penilaian seni bebas,
drama dan poster tentang lingkungan. Saat seni bebas, seorang teman saya
menampilkan puisi dan seorang yang lain mengiringinya dengan lagu sehingga
terdengar nyaman dan merdu. Sedangkan tentang poster, seorang teman saya yang
pandai menggambarlah yang bertugas. Saat drama, kami semua mendapat peran.
Hari terakhir pun tiba. Setelah
upacara penutupan, pengumuman juara dimulai. Jerih payah kami selama 3 hari
terakhir pun terbayar. Alhamdulillah! Kami mendapat 4 piala hari itu. Dengan
begitu, kami dapat menambah isi rak piala SMPN 1 Magetan. Inilah salah satu
bukti bahwa SMPN 1 Magetan memang berkualitas.
![]() |
| Regu PMR Madya Snesma |
Di kelas 8, saya kembali harus
beradaptasi dengan kelas. Hal ini wajar saja karena siswa seangkatan saya
sebanyak sekitar 350 siswa. Tentu saya tidak
mengenal semuanya. Saya masuk di kelas 8A bersama 29 teman yang lain. Kelas 8
adalah tahun yang diimpikan saat masih kelas 7. Alasannya karena pada tahun
inilah tour SMPN 1 Magetan dilaksanakan.
Pada bulan Maret 2015 kami
seangkatan pergi tour ke Pulau Dewata, Bali. Tournya dilaksanakan selama 5 hari
dengan 2 hari perjalanan pp. Pulau Bali disebut juga “Amerikanya Indonesia”,
disana kami berkunjung ke banyak sekali tempat seperti Tanah Lot, Pantai Kuta,
Pantai Pandawa, Tanjung Benoa, Joger, GWK dan tempat pariwisata lainnya. Kami
menginap di Hotel Made Bali dengan 4 orang dan 2 tempat tidur dalam satu kamar.
Tiap harinya kami semua penuh semangat menelusuri Pulau Dewata ini.
Pada bulan Mei, tepatnya tanggal
12 saya kembali berkesempatan untuk membawa nama SMPN 1 Magetan. Tepatnya untuk
mengikuti cerdas cermat Agama Islam. Lomba ini diadakan oleh Departemen Agama
Kabupaten Magetan. Saya bersama kedua teman saya menjadi satu regu. Kategorinya
bukan hanya cerdas cermat tapi juga pidato, hafalan qur’an, kaligrafi Islam dan
juga qiroah. Saya bersama teman teman yang mewakili SMPN 1 Magetan berangkat
bersama kesana.
Sayangnya, regu kami belum
berhasil menjadi yang terbaik. Tapi Alhamdulillah, kami masih mendapat Juara 2.
Saat pengambilan piala, SMPN 1 Magetan mendapatkan 4 piala yaitu dari cerdas
cermat, pidato, dan 2 wakil hafalan kami.
Tentang ekstrakulikuler, di kelas
8 saya masih mengikuti PMR dan juga Pramuka. Seperti yang rutin diadakan
sekolah, tiap tahun ada perkemahan Pramuka. Perkemahan tahun 2015 itu diadakan tanggal
13-15 Juni di Jamus, Ngawi yang terkenal dengan perkebunan teh nya. Perkemahan
ini diikuti oleh seluruh Pramuka SMPN 1 Magetan yang terdiri dari seluruh kelas
7 dan beberapa siswa kelas 8 yang masih tergabung dalam Pramuka. Mungkin
perkemahan inilah yang paling saya ingat selama tinggal di SMPN 1 Magetan.
Seru, menyenangkan dan asyik. Seperti itulah gambarannya.
![]() |
| Dewan Penggalang Snesma |
Selama 3 hari, kami siswa kelas 8
yang sudah dilantik menjadi Dewan Penggalang bertindak sebagai pengatur acara
dengan dibantu oleh senior dan pembina. Saya termasuk dalam bagian kesehatan
jadi saya bertugas merawat adik adik kelas yang sakit. Acara puncak nya adalah
api unggun. Acara ini yang pantas ditunggu karena paling meriah. Bayangkan
saja, api besar di tengah tengah serta kembang api yang meletup di langit
dengan diiringi nyanyian ala pramuka. Keletihan seakan terbayar saat itu. Tapi
sayangnya, saat pentas seni dimulai saya harus bertugas karena ada siswa kelas
7 yang sakit.
Saat ini saya duduk di kelas 9.
Saya berada di 9D dengan teman teman yang sama seperti saat kelas 7. Ya,
disinilah akhir tahun saya sebagai siswa di SMPN 1 Magetan. Dengan berbagai
bekal ilmu yang diberikan oleh guru guru SMPN 1 Magetan, saya harus mampu
melewati ujian yang dianggap momok oleh sebagian besar siswa, yaitu UN.
Terlebih ada tantangan baru disini, ujian dengan CBT (Computer Based Test).
Meski sebelumnya pernah ulangan harian menggunakan konsep ini, tetap saja
mendebarkan. Kita tunggu saja hasilnya. Selamat berjuang, Kawan!




