Berikut ini adalah contoh laporan perjalanan :
Laporan Perjalanan
Bali Tour
SMPN 1 Magetan
Jl. Kartini No 4
Tahun Pelajaran 2014/2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan pariwisata, hal ini
dirasa cukup penting untuk memenuhi kebutuhan manusia. Terlebih karena salah
satu daya tarik Indonesia adalah disektor pariwisata. Hampir dari Sabang sampai
Mearuke selalu saja terdapat tempat tempat pariwisata yang menarik perhatian
turis domestik maupun mancanegara. Singkatnya, pariwisata seperti sudah menjadi
bagian penting dalam kehidupan. Karena hal itulah Bali Tour ini diadakan. Selain
itu, kegiatan Bali Tour ini memang sudah diadakan tiap tahun bagi siswa siswi
kelas VIII.
1.2
Tujuan
Adapun
tujuan diadakannya Study Tour Bali ini adalah :
1. Sebagai media refreshing atau penyegaran kembali
setelah satu setengah tahun bersekolah di SMPN 1 Magetan.
2. Sebagai media pembelajaran untuk mengenal lebih
lanjut adat dan budaya masyarakat Bali.
3. Untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris dengan cara
berkomunikasi dengan turis asing.
4. Untuk melatih
kemampuan bersosialisasi dan melatih kemandirian juga kedisiplinan.
5. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa.
BAB II
ISI LAPORAN
Bali Tour diadakan selama 5 hari, yaitu pada tanggal
11-15 Maret 2015. Dengan rincian 2 hari perjalanan dan 3 hari pengamatan di
Pulau Bali. Untuk alat transportasi, kami menggunakan 7 bus dan kapal untuk
menyebrang selat.
Di awal rencana, pada tanggal 11
Maret 2015 para siswa diminta untuk berkumpul pukul 10.00 WIB di depan gedung
PPI Magetan dan pemberangkatan dilaksanakan setengah jam setelahnya. Namun
karena beberapa siswa datang tidak tepat waktu dan persiapan yang sedikit
kurang, pemberangkatan sedikit terlambat.
Sekitar pukul 11.00 WIB setelah
semua siswa siap, perjalanan dimulai. Dengan menggunakan bus Madu Kismo dan biro
travel yang sudah dipercaya, perjalanan terasa sangat nyaman. Karena kami
berada di bus 1, kami mengawali pemberangkatan, tentunya dengan berdoa terlebih
dahulu. Di dalam bus terdapat banyak fasilitas, antara lain TV dimana kita bisa
memutar lagu dan video, AC, dan juga speaker yang membuat kita bisa mendengar
instruksi leader dengan jelas. Selain itu, tempat duduknya yang nyaman juga
semakin membuat perjalanan terasa menyenangkan. Ditengah perjalanan, kami
diberi snack berat dan air mineral 600 ml untuk makan siang.
Pada pukul 14.00 WIB bus kami
berhenti di Nganjuk untuk menunaikan sholat Duhur sekaligus menjamak sholat
Ashar. Setelah sholat, kami diberi waktu beberapa menit untuk istirahat. Di
perjalanan, kami sempat bernyanyi ria dan bergurau bersama 2 pembina yang
membimbing kami saat itu, Pak Toni dan Pak Bintoro.
Karena tertidur di sela
perjalanan, tak terasa kami sudah sampai di Probolinggo sekitar pukul 18.30 WIB
untuk melaksanakan sholat Maghrib dan menjamak sholat I’sya. Disana, kami juga
makan malam dengan sepiring nasi dan beberapa lauk juga sayur serta segelas teh
hangat. Seperti sebelumnya, kami diberi kesempatan untuk beristirahat beberapa
menit.
Setelah mendengar panggilan, kami
langsung menuju bus dan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Gilimanuk. Semua
siswa masih dalam keadaan semangat dan senang. Di tengah perjalanan, kami
melewati PLTU Paiton. Sebenarnya, itu
hanyalah PLTU biasa namun karena kita
melewati tempat tersebut pada malam hari, cahaya lampunya yang terang dan
sangat banyak membuat tempat itu sangatlah indah sampai sampai bukan lagi
seperti tempat pembangkit tenaga listrik.
Akhirnya, sekitar pukul 02.00 WIB
keesokan harinya kita telah sampai di
Pelabuhan Gilimanuk untuk melakukan penyebrangan. Sebelum masuk ke kapal, kita
semua turun dari bus dan berjalan sendiri untuk masuk ke dalam kapal. Di bawah jembatan yang menghubungkan kapal,
terdapat 3 penyelam tanpa bantuan tabung gas oksigen yang akan mengambil koin
yang dilempar oleh kami. Bayangkan! Saat ini masih jam 2 pagi dan mereka berenang
dan menyelam hanya dengan kacamata renang ketika kami merasa kedinginan.
Mungkin mereka telah melakukannya setiap hari hingga terbiasa.
Sayangnya, kami harus segera
masuk ke dalam kapal. Berbeda dengan bus, di dalam kapal tak terasa ada
goncangan, bahkan kami tak sadar jika kapalnya telah menjauh dari Pelabuhan
Gilimanuk. Di awal perjalanan kami menghabiskan waktu sejenak di atas kapal
untuk mengabadikan momen dalam kamera, berbincang dan tertawa namun selepas itu
kami berada di dalam kapal.
Setelah sekitar 1 jam berada di
kapal, kita telah sampai di Pelabuhan Ketapang, Bali. Di pintu keluar semua
siswa menunggu hingga kapalnya menepi. Kami bisa disebut tidak tertib karena
kami berdesakkan untuk bisa keluar terlebih dahulu.
Akhirnya kami telah menginjakkan
kaki di Pulau Dewata. Pada saat itu jam di dalam handphone kami berubah dari
WIB menjadi WITA. Kami sangat tak sabar untuk segera menuju tempat wisata namun
kami harus kembali masuk ke dalam bus terlebih dahulu. Meskipun kami telah
sampai di Pulau Bali, perjalanan masih cukup panjang untuk sampai di tujuan
wisata yang pertama.
Pukul 06.30 WITA, sampailah kami
di Tanah Lot. Kami langsung menuju kamar mandi dan mandi dengan cepat. Di sana,
kami mengganti pakaian dengan baju kelas yang sudah dibuat jauh hari sebelum
pemberangkatan ke Bali. Di Tanah Lot terdapat 2 pura. Di salah satu puranya
terdapat ular suci dan pada pura yang lain terdapat air tawar, padahal air
tawar itu berasal dari air laut yang notabenya adalah air asin. Mengagumkan
bukan? Sayangnya pada saat itu air laut di Tanah Lot sedang surut. Apabila air
laut pasang, salah satu pura yang berisi air tawar itu akan terlihat seperti
pulau yang dikelilingi air laut atau terpisah dari daratan.
Setelah kami puas berfoto dan
bermain ombak, kami merasa sangat lapar. Tepat sekali, setelah itu kami
langsung menuju Agung Bali, tempat sarapan kami yang masih dalam satu kawasan
dengan Tanah Lot. Jadi, kami hanya perlu berjalan untuk menuju kesana.
Sebenarnya Agung Bali bukan hanya sebuah tempat makan namun disana juga menjual
berbagai macam oleh oleh khas Bali. Kami tertarik dan akhirnya memutuskan untuk
membeli beberapa.
Setelah kenyang, kami langsung
menuju tempat parkir dan masuk ke dalam bus lalu melanjutkan perjalanan. Di
dalam bus, kami telah ditemani oleh Bli Ketut Sumarte yang akan memandu
perjalanan kami di bus 1. Bli Ketut Sumarte adalah penduduk asli Bali yang
telah bekerja sama dengan biro perjalanan kami, beliau mengatakan banyak hal
mengenai Bali yang beliau ketahui.
Perjalanan selanjutnya adalah
menuju Joger. Di tengah perjalanan, terdapat pohon kelapa bercabang 4, sungguh
aneh bukan? Dan di setiap rumah yang dihuni oleh keluarga beragama Hindu,
selalu terdapat pura keluarga dan di dalamnya terdapat tempat khusus untuk ruh
nenek moyang mereka. Mereka masih memegang teguh kepercyaan nenek moyang mereka
dan ini merupakan suatu hal sudah sangat jarang dijumpai di Magetan.
Sampailah kita di Joger. Joger adalah tempat
perbelanjaan oleh oleh khas Bali yang sangat terkenal. Joger juga dikenal
dengan Pabrik Kata-Kata Joger karena setiap oleh oleh nya identik dengan kata
kata ciptaan mereka sendiri yang telah mempunyai hak cipta, seperti baju,
sandal, tas hingga gantungan kunci. Rasanya tidak lengkap jika ke Bali namun
tidak membeli oleh oleh dari Joger, kamipun membeli beberapa oleh oleh untuk
keluarga.
Selanjutnya kami makan siang di
restoran setempat dan melaksanakan Sholat Dzuhur di musholla kecil di sebrang
restoran. Namun karena ramainya antrian yang mengantri kami memutuskan untuk
Sholat Dzuhur terlebih dahulu. Kami melaksanakan Sholat Dzuhur dan menjamaknya
dengan Sholat Ashar secara berjamaah. Selepas sholat kami baru memutuskan untuk
makan. Benar saja, sudah tidak ada lagi antrian bahkan tergolong sepi. Setelah
makan kami langsung kembai ke bus.
Wisata untuk hari ini selesai.
Kami menuju hotel untuk check in. Kami menginap 3 hari 2 malam di Hotel Made,
Bali. Sesampainya di hotel kami sempat bingung untuk menuju kemana. Akhirnya
salah satu dari masing masing kelompok dipanggil untuk mengambil kunci. Kami
mendapat kamar B06, letaknya di lantai 2 dan paling ujung namun ukuran kamar
kami berbeda dengan kamar yang lain, kamar kami cenderung lebih besar. Di
setiap kamar, terdapat satu kamar mandi dan dilengkapi dengan fasilitas AC dan
Televisi. Kamar kami tergolong cukup nyaman.
Rasanya hari ini kami berkeliling
hanya beberapa jam saja, namun ternyata sesampainya di kamar jam sudah
menunjukkan sekitar pukul 16.30 WITA. Kami memutuskan untuk segera mandi dan
selanjutnyta merebahkan diri dan menonton televisi sejenak, tak lupa ketika
telah masuk waktu Maghrib, kami sholat terlebih dahulu. Pada pukul 19.00 WITA
kami dipanggil untuk makan malam di restoran hotel. Tidak seperti sebelumnya,
kali ini antrian lebih rapi dan tidak saling mendahului. Setelah selesai
melahap nasi dengan lauk serta sepotong semangka dan meneguk segelas teh
hangat, kami kembali ke kamar. Karena bosan dan sinyal sulit didapat di dalam
kamar, kami keluar kamar. Di luar kamar, kami hanya duduk duduk di tangga
sambil bergurau dan sesekali mengunjungi kamar teman kami. Dan sekitar pukul
21.00WITA kami telah merasa mengantuk dan kembali ke kamar. Kami memutuskan
untuk tidur setelah melaksanakan Sholat I’sya. Kami tidur sangat lelap karena
lelah menghabiskan malam sebelumnya didalam bus.
Keesokan harinya tanggal 13
Maret, hari ketiga Bali Tour kami, kami bangun sekitar pukul 05.00 WITA.
Selepas bangun, kami mandi dan menunaikan Sholat Subuh. Kami diminta harus siap
pukul 07.00 WITA, benar saja pukul tujuh kami dipanggil untuk segera sarapan.
Kami menunggu teman teman selesai sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat
hingga sekitar pukul 08.00 WITA kami berangkat.
Tujuan wisata pertama kali ini
adalah Tanjung Benoa. Tanjung Benoa adalah sebuah pantai di dekat Nusa Dua
dimana disana terdapat banyak permainan antara lain Banana boat, Scuba diving,
Snorkeling, Parasailing, Jetski dan Glassbottom plus kunjungan ke Turtle Island
yang dapat dimainkan dengan harga yang relatif murah. Seperti kebanyakan
pantai, udara Tanjung Benoa sangatlah panas. Untunglah, saat makan siang di
Tanjung Benoa minumannya bukan lagi teh hangat melainkan es tehJ.
Karena hari ini adalah hari Jum’at
dan mayoritas siswa SMPN 1 Magetan beragama Islam, kami menyempatkan diri untuk
Sholat Jum’at di Puja Mandala.Uniknya, disini terdapat 5 tempat peribadatan
dalam satu komplek, disana terdapat masjid, gereja katholik, vihara, gereja
protestan dan pura. Masyarakat bali memang sangat menjunjung persatuan dan
kerukunan antar umat beragama yang akhirnya dibangunlah Puja Mandala ini.
Perjalanan selanjutnya kami
menuju Pantai Pandawa. Pantai Pandawa terletak di Kabupaten Badung, salah satu
kabupaten yang terkenal di Bali. Pantai Pandawa disebut juga Secret Beach
karena pantai ini tertutup oleh bukit kaput yang besar. Jadi, jalan menuju
Pantai Pandawa masih melewati tebing yang besar dengan jalanan yang menurun. Di
salah satu sisinya terdapat lima patung Pandawa dan Kunti yang dipahat serta
ada tulisan besar Pantai Pandawa yang jika dilihat dari pantai sangatlah indah.
Pantai ini tergolong masih baru. Ombaknya yang besar dan indah serta lautnya
yang biru dan pasirnya yang putih bersih menambah kepercayaan bahwa pantai ini
masih sangat alami. Menurut Bli Ketut, Pantai Pandawa memang lebih alami
dibanding Pantai Kuta yang sudah tercemar.
Setelah puas bermain ombak dan
pasir, kami membasuh kaki dan melanjutkan tour. Tujuan selanjutnya adalah
menuju GWK, singkatan dari Garuda Wisnu Kencana. GWK adalah obyek wisata yang
menyuguhkan pemandangan patung yang sangat besar namun pembuatan patung GWK ini
belum rampung. Bagian yang baru dibuat
adalah patung Wisnu tanpa tangan dan patung Garuda. Rencananya, jika pembuatan
patung ini sudah selesai, tingginya akan melebihi patung Liberty di Brazil dan
akan menjadi patung tertinggi di dunia. Wahh..
Selanjutnya, kami menuju Pantai
Kuta. Jalanan menuju Pantai Kuta tidak bisa dilewati oleh bus. Oleh karena itu,
kami diturunkan di Central Parkir Kuta dan selanjutnya kami menaiki angkutan
umum seperti Angkot di Magetan namun dengan jendela lebih besar dan banyak.
Memang tidak mengherankan jika pantai kuta
didatangi banyak turis asing, pasirnya sangatlah lembut, lebih lembut dari
pasir pasir di pantai manapun yang pernah kami kunjungi. Selain itu, ombaknya
pun sangat indah, banyak turis asing yang dijumpai sendang berselancar disana. Kita
sudah dijadwalkan sampai disana agak sore agar bisa menikmati matahari terbenam
di Kuta yang dibicarakan sebagai matahari terbenam terbaik. Kita memang sampai
tepat waktu, namun sayangnya cuaca sedang tidak bersahabat. Cuacanya mendung
dan kita tidak bisa melihat matahari terbenam dengan jelas, hanya sinarnya
saja.
Selain bermain air, tentu saja
kami juga berfoto disini namun yang membuat lebih berbeda, kali ini kami
berfoto dengan turis asing dari berbagai negara. Disinilah kami mengasah
kemampuan berbahasa yang telah diajarkan guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Magetan.
Kami menyimpan banyak jepretan foto bersama mereka, namun ada satu hal yang
memalukan yaitu saat kami meminta foto bersama dengan turis asing wanita dan
kami tidak dihiraukan sama sekali. Itu membuat kami sangat malu dan banyak orang yang melihat kejadian itu saat
itu. Meski kami tidak bisa melihat pemandangan matahari terbenam dengan jelas
tetap saja pengalaman di Kuta sungguh mengasyikkan.
Selanjutnya kami menuju Krisna
Bali. Menurut cerita Bli Ketut, dulunya pemilik Krisna Bali hanyalah orang
biasa yang berpendidikan SMP. Bahkan ia pernah tinggal bersama satpam dan
mengawali pekerjaannya dengan mencuci mobil turis. Karena ketekunannya, ia bisa
membangun Krisna Bali menjadi salah satu pusat oleh oleh terbesar di Bali. Di
sana, kami makan malam lalu diberi kesempatan untuk berbelanja beberapa menit.
Benar saja, cukup banyak rupiah yang kami keluarkan disini.
Setelah kami puas berbelanja,
kami segera keluar dan menuju tempat parkir. Mengingat bahwa bukan hanya siswa
SMPN 1 Magetan yang berkunjung kesini, cukup sulit untuk menemukan bus kami.
Selanjutnya bus mengantarkan kami kembali ke hotel. Malam ini kami habiskan
seperti malam sebelumnya, bercakap cakap dan bergurau, sholat, lalu segera
tidur.
Hari ini tanggal 14 Maret adalah
hari terakhir di Pulau Dewata. Kami mengawali pagi hari seperti pagi
sebelumnya, hanya ditambah dengan merapikan barang dan check out hotel. Sekitar
pukul 09.00 WITA kami sudah selesai sarapan dan koper juga sudah dimasukkan ke
dalam bagasi bus. Namun kami tidak langsung menuju pelabuhan, kami akan mengunjungi
beberapa tempat terlebih dahulu.
Pertama, kami menuju Monumen
Bajra Sandhi, yaitu monumen perjuangan rakyat Bali yang terletak di Denpasar
dan memiliki area sangat luas. Monumen ini adalah lambang untuk mempertahankan
kesatuan NKRI. Dapat dilihat dari anak tangganya yang berjumlah 17
(melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia), tiang di dalam monumennya yang
berjumlah 8 (melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia) dan monumen yang
tingginya 45 m (melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia).
Selanjutnya, kami menuju
Sukowati. Sukowati merupakan pasar tradisional yang menjual berbagai macam oleh
oleh khas Bali. Di perjalanan menuju Sukowati inilah kami berpisah dengan Bli
Ketut Sumarte. Di Pasar Sukowati, kami dapat melakukan tawar menawar harga
dengan penjual di sana. Tetapi, ada satu hal yang tidak menyenangkan. Beberapa
penjual memaksa bahkan menarik pembeli agar membeli barang di kedai miliknya,
merekapun marah jika pembeli tidak mau menyanggupi keinginannya itu.
Wisata terakhir adalah Cening
Ayu. Cening ayu adalah pusat oleh oleh khas Bali. Yang paling terkenal adalah
pie susunya. Mereka memproduksi pie susu itu sendiri dan langsung menjualnya.
Benar saja, ketika seorang karyawan Cening Ayu membawa satu kantong penuh pie
susu, semuanya langsung habis diambil oleh pelanggan. Padahal, karyawan itu
belum sampai di tempat meletakkan pie susunya. Setelah melakukan pembayaran,
kami langsung menuju lantai dua untuk makan siang. Perjalanan akan dimulai
segera setelah kami selesai melaksanakan Sholat Dzuhur dan menjamak Sholat
Ashar.
Tujuan selanjutnya adalah
Pelabuhan Ketapang. Berbeda dari saat pemberangkatan, raut wajah seluruh siswa
terlihat lelah. Kami sampai di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 17.00 WITA.
Sayangnya cuaca sedang hujan, jadi kami tidak bisa naik ke atas kapal. Saat
sampai di Pelabuhan Gilimanuk, WITA kembali menjadi WIB. Kami tidak
menghiraukan jam dan langsung tertidur lelap di dalam bus.
Kami makan malam di Banyuwangi dan
melaksanakan Sholat I’sya serta menjamak Sholat Maghrib yang telah terlewatkan.
Selanjutnya perjalanan pulang kembali dilanjutkan. Kami tiba di Alun Alun
Magetan pukul 05.00 WIB, 15 Maret 2015.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan inti sari dari pembahasan bab
sebelumnya, dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut :
1.
Bali
adalah sebuah pulau yang memiliki banyak obyek wisata yang dapat menarik
perhatian para turis domestik maupun mancanegara. Karena itu, SMPN 1 Magetan
lebih memilih untuk melaksanakan Studu Tour ke Bali sekaligus melakukan
refreshing.
2.
Adat
dan budaya nenek moyang masih dipegang teguh oleh masyarakat Bali. Kami
mendapat banyak pelajaran dari hal tersebut, terutama tentang agama Hindu yang
berkembang di Bali.
B. Kesan
Bali Tour merupakan pengalaman
yang sangat indah dan menarik. Ini merupakan pengalaman pertama kami pergi ke
Bali bersama dengan teman teman. Dengan diadakannya Bali Tour ini, kami
mendapatkan banyak pengalaman serta pengetahuan. Singkatnya, pengalaman Bali
Tour ini sulit untuk dilupakan.
C. Pesan
Dari pengamatan kami selama
berada di Bali, ada beberapa hal yang dirasa kurang sehingga kami mencantumkan
beberapa pesan sebagai berikut :
1.
Sebaiknya
seluruh kegiatan dapat dilakukan tepat waktu menurut jadwal, sangat baik jika
tidak ada penundaan kegiatan seperti penundaan beberapa menit saat
pemberangkatan.
2.
Sebaiknya
kendaraan sudah diperiksa sebelumnya, akan sangat baik jika tidak ada insiden
kebocoran ban seperti yang telah terjadi.