Saturday, January 23, 2016

Laporan Perjalanan Bali Tour

0



Berikut ini adalah contoh laporan perjalanan :

Laporan Perjalanan
Bali Tour


SMPN 1 Magetan
Jl. Kartini No 4
Tahun Pelajaran 2014/2015


BAB I
PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan pariwisata, hal ini dirasa cukup penting untuk memenuhi kebutuhan manusia. Terlebih karena salah satu daya tarik Indonesia adalah disektor pariwisata. Hampir dari Sabang sampai Mearuke selalu saja terdapat tempat tempat pariwisata yang menarik perhatian turis domestik maupun mancanegara. Singkatnya, pariwisata seperti sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan. Karena hal itulah Bali Tour ini diadakan. Selain itu, kegiatan Bali Tour ini memang sudah diadakan tiap tahun bagi siswa siswi kelas VIII.

1.2            Tujuan
Adapun tujuan diadakannya Study Tour Bali ini adalah :
1.      Sebagai media refreshing atau penyegaran kembali setelah satu setengah tahun bersekolah di SMPN 1 Magetan.
2.      Sebagai media pembelajaran untuk mengenal lebih lanjut adat dan budaya masyarakat Bali.
3.      Untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris dengan cara berkomunikasi dengan turis asing.
4.       Untuk melatih kemampuan bersosialisasi dan melatih kemandirian juga kedisiplinan.
5.      Untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa.




BAB II
ISI LAPORAN


Bali Tour diadakan selama 5 hari, yaitu pada tanggal 11-15 Maret 2015. Dengan rincian 2 hari perjalanan dan 3 hari pengamatan di Pulau Bali. Untuk alat transportasi, kami menggunakan 7 bus dan kapal untuk menyebrang selat.
Di awal rencana, pada tanggal 11 Maret 2015 para siswa diminta untuk berkumpul pukul 10.00 WIB di depan gedung PPI Magetan dan pemberangkatan dilaksanakan setengah jam setelahnya. Namun karena beberapa siswa datang tidak tepat waktu dan persiapan yang sedikit kurang, pemberangkatan sedikit terlambat.
Sekitar pukul 11.00 WIB setelah semua siswa siap, perjalanan dimulai. Dengan menggunakan bus Madu Kismo dan biro travel yang sudah dipercaya, perjalanan terasa sangat nyaman. Karena kami berada di bus 1, kami mengawali pemberangkatan, tentunya dengan berdoa terlebih dahulu. Di dalam bus terdapat banyak fasilitas, antara lain TV dimana kita bisa memutar lagu dan video, AC, dan juga speaker yang membuat kita bisa mendengar instruksi leader dengan jelas. Selain itu, tempat duduknya yang nyaman juga semakin membuat perjalanan terasa menyenangkan. Ditengah perjalanan, kami diberi snack berat dan air mineral 600 ml untuk makan siang.
Pada pukul 14.00 WIB bus kami berhenti di Nganjuk untuk menunaikan sholat Duhur sekaligus menjamak sholat Ashar. Setelah sholat, kami diberi waktu beberapa menit untuk istirahat. Di perjalanan, kami sempat bernyanyi ria dan bergurau bersama 2 pembina yang membimbing kami saat itu, Pak Toni dan Pak Bintoro.
Karena tertidur di sela perjalanan, tak terasa kami sudah sampai di Probolinggo sekitar pukul 18.30 WIB untuk melaksanakan sholat Maghrib dan menjamak sholat I’sya. Disana, kami juga makan malam dengan sepiring nasi dan beberapa lauk juga sayur serta segelas teh hangat. Seperti sebelumnya, kami diberi kesempatan untuk beristirahat beberapa menit.
Setelah mendengar panggilan, kami langsung menuju bus dan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Gilimanuk. Semua siswa masih dalam keadaan semangat dan senang. Di tengah perjalanan, kami melewati PLTU  Paiton. Sebenarnya, itu hanyalah PLTU biasa  namun karena kita melewati tempat tersebut pada malam hari, cahaya lampunya yang terang dan sangat banyak membuat tempat itu sangatlah indah sampai sampai bukan lagi seperti tempat pembangkit tenaga listrik.
Akhirnya, sekitar pukul 02.00 WIB keesokan harinya  kita telah sampai di Pelabuhan Gilimanuk untuk melakukan penyebrangan. Sebelum masuk ke kapal, kita semua turun dari bus dan berjalan sendiri untuk masuk ke dalam kapal. Di  bawah jembatan yang menghubungkan kapal, terdapat 3 penyelam tanpa bantuan tabung gas oksigen yang akan mengambil koin yang dilempar oleh kami. Bayangkan! Saat ini masih jam 2 pagi dan mereka berenang dan menyelam hanya dengan kacamata renang ketika kami merasa kedinginan. Mungkin mereka telah melakukannya setiap hari hingga terbiasa.
Sayangnya, kami harus segera masuk ke dalam kapal. Berbeda dengan bus, di dalam kapal tak terasa ada goncangan, bahkan kami tak sadar jika kapalnya telah menjauh dari Pelabuhan Gilimanuk. Di awal perjalanan kami menghabiskan waktu sejenak di atas kapal untuk mengabadikan momen dalam kamera, berbincang dan tertawa namun selepas itu kami berada di dalam kapal.
Setelah sekitar 1 jam berada di kapal, kita telah sampai di Pelabuhan Ketapang, Bali. Di pintu keluar semua siswa menunggu hingga kapalnya menepi. Kami bisa disebut tidak tertib karena kami berdesakkan untuk bisa keluar terlebih dahulu.
Akhirnya kami telah menginjakkan kaki di Pulau Dewata. Pada saat itu jam di dalam handphone kami berubah dari WIB menjadi WITA. Kami sangat tak sabar untuk segera menuju tempat wisata namun kami harus kembali masuk ke dalam bus terlebih dahulu. Meskipun kami telah sampai di Pulau Bali, perjalanan masih cukup panjang untuk sampai di tujuan wisata yang pertama.
Pukul 06.30 WITA, sampailah kami di Tanah Lot. Kami langsung menuju kamar mandi dan mandi dengan cepat. Di sana, kami mengganti pakaian dengan baju kelas yang sudah dibuat jauh hari sebelum pemberangkatan ke Bali. Di Tanah Lot terdapat 2 pura. Di salah satu puranya terdapat ular suci dan pada pura yang lain terdapat air tawar, padahal air tawar itu berasal dari air laut yang notabenya adalah air asin. Mengagumkan bukan? Sayangnya pada saat itu air laut di Tanah Lot sedang surut. Apabila air laut pasang, salah satu pura yang berisi air tawar itu akan terlihat seperti pulau yang dikelilingi air laut atau terpisah dari daratan.
Setelah kami puas berfoto dan bermain ombak, kami merasa sangat lapar. Tepat sekali, setelah itu kami langsung menuju Agung Bali, tempat sarapan kami yang masih dalam satu kawasan dengan Tanah Lot. Jadi, kami hanya perlu berjalan untuk menuju kesana. Sebenarnya Agung Bali bukan hanya sebuah tempat makan namun disana juga menjual berbagai macam oleh oleh khas Bali. Kami tertarik dan akhirnya memutuskan untuk membeli beberapa.
Setelah kenyang, kami langsung menuju tempat parkir dan masuk ke dalam bus lalu melanjutkan perjalanan. Di dalam bus, kami telah ditemani oleh Bli Ketut Sumarte yang akan memandu perjalanan kami di bus 1. Bli Ketut Sumarte adalah penduduk asli Bali yang telah bekerja sama dengan biro perjalanan kami, beliau mengatakan banyak hal mengenai Bali yang beliau ketahui.
Perjalanan selanjutnya adalah menuju Joger. Di tengah perjalanan, terdapat pohon kelapa bercabang 4, sungguh aneh bukan? Dan di setiap rumah yang dihuni oleh keluarga beragama Hindu, selalu terdapat pura keluarga dan di dalamnya terdapat tempat khusus untuk ruh nenek moyang mereka. Mereka masih memegang teguh kepercyaan nenek moyang mereka dan ini merupakan suatu hal sudah sangat jarang dijumpai di Magetan.
 Sampailah kita di Joger. Joger adalah tempat perbelanjaan oleh oleh khas Bali yang sangat terkenal. Joger juga dikenal dengan Pabrik Kata-Kata Joger karena setiap oleh oleh nya identik dengan kata kata ciptaan mereka sendiri yang telah mempunyai hak cipta, seperti baju, sandal, tas hingga gantungan kunci. Rasanya tidak lengkap jika ke Bali namun tidak membeli oleh oleh dari Joger, kamipun membeli beberapa oleh oleh untuk keluarga.
Selanjutnya kami makan siang di restoran setempat dan melaksanakan Sholat Dzuhur di musholla kecil di sebrang restoran. Namun karena ramainya antrian yang mengantri kami memutuskan untuk Sholat Dzuhur terlebih dahulu. Kami melaksanakan Sholat Dzuhur dan menjamaknya dengan Sholat Ashar secara berjamaah. Selepas sholat kami baru memutuskan untuk makan. Benar saja, sudah tidak ada lagi antrian bahkan tergolong sepi. Setelah makan kami langsung kembai ke bus.
Wisata untuk hari ini selesai. Kami menuju hotel untuk check in. Kami menginap 3 hari 2 malam di Hotel Made, Bali. Sesampainya di hotel kami sempat bingung untuk menuju kemana. Akhirnya salah satu dari masing masing kelompok dipanggil untuk mengambil kunci. Kami mendapat kamar B06, letaknya di lantai 2 dan paling ujung namun ukuran kamar kami berbeda dengan kamar yang lain, kamar kami cenderung lebih besar. Di setiap kamar, terdapat satu kamar mandi dan dilengkapi dengan fasilitas AC dan Televisi. Kamar kami tergolong cukup nyaman.
Rasanya hari ini kami berkeliling hanya beberapa jam saja, namun ternyata sesampainya di kamar jam sudah menunjukkan sekitar pukul 16.30 WITA. Kami memutuskan untuk segera mandi dan selanjutnyta merebahkan diri dan menonton televisi sejenak, tak lupa ketika telah masuk waktu Maghrib, kami sholat terlebih dahulu. Pada pukul 19.00 WITA kami dipanggil untuk makan malam di restoran hotel. Tidak seperti sebelumnya, kali ini antrian lebih rapi dan tidak saling mendahului. Setelah selesai melahap nasi dengan lauk serta sepotong semangka dan meneguk segelas teh hangat, kami kembali ke kamar. Karena bosan dan sinyal sulit didapat di dalam kamar, kami keluar kamar. Di luar kamar, kami hanya duduk duduk di tangga sambil bergurau dan sesekali mengunjungi kamar teman kami. Dan sekitar pukul 21.00WITA kami telah merasa mengantuk dan kembali ke kamar. Kami memutuskan untuk tidur setelah melaksanakan Sholat I’sya. Kami tidur sangat lelap karena lelah menghabiskan malam sebelumnya didalam bus.
Keesokan harinya tanggal 13 Maret, hari ketiga Bali Tour kami, kami bangun sekitar pukul 05.00 WITA. Selepas bangun, kami mandi dan menunaikan Sholat Subuh. Kami diminta harus siap pukul 07.00 WITA, benar saja pukul tujuh kami dipanggil untuk segera sarapan. Kami menunggu teman teman selesai sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat hingga sekitar pukul 08.00 WITA kami berangkat.
Tujuan wisata pertama kali ini adalah Tanjung Benoa. Tanjung Benoa adalah sebuah pantai di dekat Nusa Dua dimana disana terdapat banyak permainan antara lain Banana boat, Scuba diving, Snorkeling, Parasailing, Jetski dan Glassbottom plus kunjungan ke Turtle Island yang dapat dimainkan dengan harga yang relatif murah. Seperti kebanyakan pantai, udara Tanjung Benoa sangatlah panas. Untunglah, saat makan siang di Tanjung Benoa minumannya bukan lagi teh hangat melainkan es tehJ.
Karena hari ini adalah hari Jum’at dan mayoritas siswa SMPN 1 Magetan beragama Islam, kami menyempatkan diri untuk Sholat Jum’at di Puja Mandala.Uniknya, disini terdapat 5 tempat peribadatan dalam satu komplek, disana terdapat masjid, gereja katholik, vihara, gereja protestan dan pura. Masyarakat bali memang sangat menjunjung persatuan dan kerukunan antar umat beragama yang akhirnya dibangunlah Puja Mandala ini.
Perjalanan selanjutnya kami menuju Pantai Pandawa. Pantai Pandawa terletak di Kabupaten Badung, salah satu kabupaten yang terkenal di Bali. Pantai Pandawa disebut juga Secret Beach karena pantai ini tertutup oleh bukit kaput yang besar. Jadi, jalan menuju Pantai Pandawa masih melewati tebing yang besar dengan jalanan yang menurun. Di salah satu sisinya terdapat lima patung Pandawa dan Kunti yang dipahat serta ada tulisan besar Pantai Pandawa yang jika dilihat dari pantai sangatlah indah. Pantai ini tergolong masih baru. Ombaknya yang besar dan indah serta lautnya yang biru dan pasirnya yang putih bersih menambah kepercayaan bahwa pantai ini masih sangat alami. Menurut Bli Ketut, Pantai Pandawa memang lebih alami dibanding Pantai Kuta yang sudah tercemar.
Setelah puas bermain ombak dan pasir, kami membasuh kaki dan melanjutkan tour. Tujuan selanjutnya adalah menuju GWK, singkatan dari Garuda Wisnu Kencana. GWK adalah obyek wisata yang menyuguhkan pemandangan patung yang sangat besar namun pembuatan patung GWK ini belum rampung. Bagian yang  baru dibuat adalah patung Wisnu tanpa tangan dan patung Garuda. Rencananya, jika pembuatan patung ini sudah selesai, tingginya akan melebihi patung Liberty di Brazil dan akan menjadi patung tertinggi di dunia. Wahh..
Selanjutnya, kami menuju Pantai Kuta. Jalanan menuju Pantai Kuta tidak bisa dilewati oleh bus. Oleh karena itu, kami diturunkan di Central Parkir Kuta dan selanjutnya kami menaiki angkutan umum seperti Angkot di Magetan namun dengan jendela lebih besar dan banyak.
 Memang tidak mengherankan jika pantai kuta didatangi banyak turis asing, pasirnya sangatlah lembut, lebih lembut dari pasir pasir di pantai manapun yang pernah kami kunjungi. Selain itu, ombaknya pun sangat indah, banyak turis asing yang dijumpai sendang berselancar disana. Kita sudah dijadwalkan sampai disana agak sore agar bisa menikmati matahari terbenam di Kuta yang dibicarakan sebagai matahari terbenam terbaik. Kita memang sampai tepat waktu, namun sayangnya cuaca sedang tidak bersahabat. Cuacanya mendung dan kita tidak bisa melihat matahari terbenam dengan jelas, hanya sinarnya saja.
Selain bermain air, tentu saja kami juga berfoto disini namun yang membuat lebih berbeda, kali ini kami berfoto dengan turis asing dari berbagai negara. Disinilah kami mengasah kemampuan berbahasa yang telah diajarkan guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Magetan. Kami menyimpan banyak jepretan foto bersama mereka, namun ada satu hal yang memalukan yaitu saat kami meminta foto bersama dengan turis asing wanita dan kami tidak dihiraukan sama sekali. Itu membuat kami sangat malu dan  banyak orang yang melihat kejadian itu saat itu. Meski kami tidak bisa melihat pemandangan matahari terbenam dengan jelas tetap saja pengalaman di Kuta sungguh mengasyikkan.
Selanjutnya kami menuju Krisna Bali. Menurut cerita Bli Ketut, dulunya pemilik Krisna Bali hanyalah orang biasa yang berpendidikan SMP. Bahkan ia pernah tinggal bersama satpam dan mengawali pekerjaannya dengan mencuci mobil turis. Karena ketekunannya, ia bisa membangun Krisna Bali menjadi salah satu pusat oleh oleh terbesar di Bali. Di sana, kami makan malam lalu diberi kesempatan untuk berbelanja beberapa menit. Benar saja, cukup banyak rupiah yang kami keluarkan disini.
Setelah kami puas berbelanja, kami segera keluar dan menuju tempat parkir. Mengingat bahwa bukan hanya siswa SMPN 1 Magetan yang berkunjung kesini, cukup sulit untuk menemukan bus kami. Selanjutnya bus mengantarkan kami kembali ke hotel. Malam ini kami habiskan seperti malam sebelumnya, bercakap cakap dan bergurau, sholat, lalu segera tidur.
Hari ini tanggal 14 Maret adalah hari terakhir di Pulau Dewata. Kami mengawali pagi hari seperti pagi sebelumnya, hanya ditambah dengan merapikan barang dan check out hotel. Sekitar pukul 09.00 WITA kami sudah selesai sarapan dan koper juga sudah dimasukkan ke dalam bagasi bus. Namun kami tidak langsung menuju pelabuhan, kami akan mengunjungi beberapa tempat terlebih dahulu.
Pertama, kami menuju Monumen Bajra Sandhi, yaitu monumen perjuangan rakyat Bali yang terletak di Denpasar dan memiliki area sangat luas. Monumen ini adalah lambang untuk mempertahankan kesatuan NKRI. Dapat dilihat dari anak tangganya yang berjumlah 17 (melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia), tiang di dalam monumennya yang berjumlah 8 (melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia) dan monumen yang tingginya 45 m (melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia).
Selanjutnya, kami menuju Sukowati. Sukowati merupakan pasar tradisional yang menjual berbagai macam oleh oleh khas Bali. Di perjalanan menuju Sukowati inilah kami berpisah dengan Bli Ketut Sumarte. Di Pasar Sukowati, kami dapat melakukan tawar menawar harga dengan penjual di sana. Tetapi, ada satu hal yang tidak menyenangkan. Beberapa penjual memaksa bahkan menarik pembeli agar membeli barang di kedai miliknya, merekapun marah jika pembeli tidak mau menyanggupi keinginannya itu.
Wisata terakhir adalah Cening Ayu. Cening ayu adalah pusat oleh oleh khas Bali. Yang paling terkenal adalah pie susunya. Mereka memproduksi pie susu itu sendiri dan langsung menjualnya. Benar saja, ketika seorang karyawan Cening Ayu membawa satu kantong penuh pie susu, semuanya langsung habis diambil oleh pelanggan. Padahal, karyawan itu belum sampai di tempat meletakkan pie susunya. Setelah melakukan pembayaran, kami langsung menuju lantai dua untuk makan siang. Perjalanan akan dimulai segera setelah kami selesai melaksanakan Sholat Dzuhur dan menjamak Sholat Ashar.
Tujuan selanjutnya adalah Pelabuhan Ketapang. Berbeda dari saat pemberangkatan, raut wajah seluruh siswa terlihat lelah. Kami sampai di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 17.00 WITA. Sayangnya cuaca sedang hujan, jadi kami tidak bisa naik ke atas kapal. Saat sampai di Pelabuhan Gilimanuk, WITA kembali menjadi WIB. Kami tidak menghiraukan jam dan langsung tertidur lelap di dalam bus.
Kami makan malam di Banyuwangi dan melaksanakan Sholat I’sya serta menjamak Sholat Maghrib yang telah terlewatkan. Selanjutnya perjalanan pulang kembali dilanjutkan. Kami tiba di Alun Alun Magetan pukul 05.00 WIB, 15 Maret 2015.
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Berdasarkan inti sari dari pembahasan bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Bali adalah sebuah pulau yang memiliki banyak obyek wisata yang dapat menarik perhatian para turis domestik maupun mancanegara. Karena itu, SMPN 1 Magetan lebih memilih untuk melaksanakan Studu Tour ke Bali sekaligus melakukan refreshing.
2.      Adat dan budaya nenek moyang masih dipegang teguh oleh masyarakat Bali. Kami mendapat banyak pelajaran dari hal tersebut, terutama tentang agama Hindu yang berkembang di Bali.

B.   Kesan
Bali Tour merupakan pengalaman yang sangat indah dan menarik. Ini merupakan pengalaman pertama kami pergi ke Bali bersama dengan teman teman. Dengan diadakannya Bali Tour ini, kami mendapatkan banyak pengalaman serta pengetahuan. Singkatnya, pengalaman Bali Tour ini sulit untuk dilupakan.

C.   Pesan
Dari pengamatan kami selama berada di Bali, ada beberapa hal yang dirasa kurang sehingga kami mencantumkan beberapa pesan sebagai berikut :
1.      Sebaiknya seluruh kegiatan dapat dilakukan tepat waktu menurut jadwal, sangat baik jika tidak ada penundaan kegiatan seperti penundaan beberapa menit saat pemberangkatan.
2.      Sebaiknya kendaraan sudah diperiksa sebelumnya, akan sangat baik jika tidak ada insiden kebocoran ban seperti yang telah terjadi.

0 comments:

Post a Comment

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com